Era Baru Pariwisata! Desa Wisata Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Era Baru Pariwisata! Desa Wisata Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Di tengah upaya pemerataan ekonomi nasional, desa wisata kini muncul sebagai kekuatan baru yang tak bisa dipandang sebelah mata. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menilai pengembangan desa berbasis pariwisata mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Keberhasilan di Jawa Timur pun menjadi bukti nyata bahwa desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarak

Di tengah upaya pemerataan ekonomi nasional, desa wisata kini muncul sebagai salah satu strategi paling efektif dalam menggerakkan potensi lokal. Hal ini kembali ditegaskan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang menilai pengembangan desa berbasis pariwisata mampu menjadi solusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu contoh yang mencuri perhatian datang dari Jawa Timur, yang dinilai berhasil menghadirkan model desa wisata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sorotan tersebut menguat setelah Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, memberikan apresiasi terhadap keberhasilan program Wisata Alam Gosari dalam ajang CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026. Program ini dinilai mampu menghadirkan keseimbangan antara pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian lingkungan.

Penghargaan tersebut diserahkan kepada Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam mendorong desa wisata sebagai motor ekonomi baru. Mengusung tema ā€œWujudkan Desa Berdaya, Dukung Geliat Pertumbuhan Ekonomiā€, Wisata Alam Gosari menjadi bukti bahwa pengembangan desa tidak harus mengorbankan kearifan lokal.

Dalam keterangannya di Jakarta, Wamenpar menekankan bahwa desa wisata bukan sekadar destinasi, melainkan ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan kunjungan kerjanya ke berbagai daerah, ia melihat potensi besar desa wisata di Jawa Timur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

Ajang penghargaan ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Indonesian Social Sustainability Forum dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Tujuannya adalah mendorong pemerintah daerah untuk memaksimalkan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari pembangunan desa berkelanjutan.

Menteri Desa, Yandri Susanto, juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan desa. Program CSR dinilai telah memberikan dampak nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar hingga peningkatan kapasitas usaha masyarakat desa.

Sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam visi pemerintahan Prabowo Subianto, desa kini ditempatkan sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks ini, pariwisata menjadi salah satu sektor strategis yang mampu mengangkat potensi desa ke level yang lebih tinggi.

Kementerian Pariwisata pun terus mendorong penguatan desa wisata melalui berbagai langkah, mulai dari peningkatan aksesibilitas, pendampingan, hingga sertifikasi desa wisata berkelanjutan. Tidak hanya itu, kolaborasi lintas sektor juga terus diperkuat untuk memastikan desa wisata Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

Lebih dari sekadar prestasi, keberhasilan Jawa Timur ini menjadi gambaran masa depan pariwisata Indonesia—di mana desa tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan subjek utama yang berdaya dan mandiri. Dengan pendekatan yang tepat, desa wisata bukan hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan, tetapi juga membuka jalan menuju ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy